Tampilkan postingan dengan label RAHASIA LANGIT DAN BUMI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RAHASIA LANGIT DAN BUMI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2012

BULAN SEBAGAI ILMU MATEMATIK


Pada malam hari kita bisa melihat bulan yang menyinari bumi. Tapi sebenarnya bulan tidak menyinari bumi melainkan hanya memantulkan cahaya dari matahari. Bulan berukuran lebih kecil dari bumi dan  Bulan mengitari bumi. Ada  yang berpendapat bahwa bulan adalah pecahan dari bumi. Manusia berhasil pergi ke bulan. Mereka memerlukan waktu 4 hari untuk sampai di bulan dengan menggunakan roket. Bulan selalu berbentuk bulat. Tetapi karena pantulan dari sinar matahari, seolah-olah bulan berubah bentuk. Fase penampakan bulan ada yang berbentuk bulan sabit, bulan separoh dan bulan purnama. Adapun untuk hitungan angka dapat kita petik dari ayat Al-Qur’an.
“ Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”(Q.S Al-Qadr 97: 3).                                                               
 Ayat di atas sangat dikenal sebagai ayat yang menguatkan pendapat tentang malam lailatul qadar itu sangat mulia dan memiliki banyak kelebihan. Berpedoman pada ayat ini juga kita dapat meninjau dari segi matematika, ayat tersebut mengandung operasi pembagian bilangan rasional. Secara matematis ditulis 1 malam : 1000 bulan. Ada perbedaan satuan diantara keduanya, yaitu bilangan pertama menggunakan malam sedang bilangan kedua bulan. Agar satuannya sama, maka 1000 bulan di konversikan menjadi satuan hari. Dengan asumsi satu bulan sama dengan 30 hari, maka 1000 bulan berarti 1000 x 30 malam = 30.000 hari. Bilangan 30.000 malam jika di hitung kedalam tahun  dengan asumsi tahunan sama dengan 365 menghasil 30.000 di bagi 365 hari/malam. Hasilnya adalah 82.19178082 = 82 tahun.  Sementara , rata-rata usia manusia sekarang adalah 63-an tahun dan jarang yang mencapai usia 82 tahun. Oleh karena itu ayat tersebut di atas memberi motivasi bagi ummat untuk beribadah pada malam qadar. Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang mengungkapkan bilangan-bilangan matematika lainnya, seperti pengurangan, penjumlahan, pembagian dan sebagainya.( Muhammad Mas’ud, Dasyatnya Misteri Bilangan-bilangan dan Angka-angka dalam Al-Quran,2008).

SANG MATAHARI


”Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun , dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) pada orang-orang yang mengetahui”. (Q.S Yunus 10: 5)       
Matahari adalah bintang yang besar, bahkan besarnya kira-kira 325.599 kali melebihi planet Bumi. Bumi perputar pada porosnya dalam kurun waktu satu hari (Rotasi). Bumi mengelilingi Matahari dalam kurun waktu setahun(Revolusi). Matahari berjarak 150 juta km dari bumi, matahari menyediakan energi yang kita butuhkan terus-menerus. Pada benda angkasa yang berenergi sangat besar ini, atom hydrogen terus menerus berubah menjadi helium. Kira-kira setiap detik 616 miliar ton hydrogen berubah menjadi 612 miliar ton helium. Jadi energi yang dihasilkan 500 juta ton/detik. Kebutuhan energi kehidupan di bumi 99% berasal dari Matahari. Setengah dari energi ini kasat mata berbentuk cahaya dan sinar ultraviolet. Dan yang tak kasatmata berupa panas. Setiap 5 menit permukaan Matahari memuai secara berkala seperti lonceng. Permukaan Matahari bergerak mendekat dan menjauh kira-kira 3 km dari bumi dengan kecepatan 1.080 km/jam.
“ Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Allah  yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui.” (Q.S Yasin, 36: 38)
Para Astronomi berpendapat, akibat dari aktivitas Bumi,  Matahari berjalan dengan kecepatan 720.000 km/jam menuju Solar Apek ( suatu tempat pada bidang angkasa yang dekat dengan bintang vega). Ini berarti matahari bergerak sejauh kira-kira 720.000x24 jam = 17.280.000 km dalam sehari, begitu pula bumi yang bergantung kepada Matahari. (Harun Yahya, Manusia dan Alam Semesta, 2004).  

LANGIT TUJUH LAPIS


“Dialah (Allah) yang menciptakan segala apa yang ada di bumi untukmu kemudian Dia menuju ke langit, lalu Dia menyempurnakannya menjadi tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu” (Q.S Al- Baqoroh 2: 29).     

Dalam Al-Quran, Allah menyebutkan tujuh langit. Ketika ditelaah, atmosfir bumi ternyata memang terbentuk dari tujuh lapisan. Berdasarkan Encyclopedia Americana (9/188), lapisan-lapisan berikut ini bertumpukan, bergantung pada suhu.
1.       TROPOSFER:
Lapisan ini mencapai ketebalan 8 km di kutub dan 17 km di katulistiwa dan mengandung awan yang tebal, suhu tetap 57 derajat Celcius.

2.       STRATOSFER:
Lapisan ini mencapai ketinggian 50 km, suhu mencapai 0 derajat Celcius. Di sinilah terbentuknya lapisan ozon yang penting bagi kehidupan.

3.       MESOSFER:
lapisan ini mencapai ketinggian 85 km, suhu turun hingga 100 derajat Celcius.

4.       TESMOSFER:
di sini peningkatan suhu lebih lambat.

5.       IONOSFER:
 gas pada lapisan ini berbentuk ion. Komunikasi dibumi bias terjadi karena gelombang radio di pantulkan oleh ionesfer.

6.       EKSOSFER:
karena berada di antara 500-1000 km, maka karakteristik lapisan ini bisa berubah sesuai aktivitas matahari.

7.       MAGNETOSFER:
 Disinilah letak medan magnet bumi. Partikel subatomyang bermuatan energitertahan pada suatu daerah yang disebut Sabuk Radiasi Van Allen.
(Harun Yahya, Manusia dan Alam Semesta, 2004).

RAHASIA LANGIT DAN BUMI


Katakanlah, “Perhatikanlah apa yang ada di Langit dan di Bumi!”Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (kebesaran Allah) dan rasul-rasul yang telah memberi peringatan bagi orang yang tidak beriman”. (Q.S Yunus, 10: 101).
Menurut tafsir at-Tabari Ayat ini berisi jawaban Rosulullah terhadap orang-orang yang tidak beriman, yang mempertanyakan kebenaran dan seruan dakwanya agar mereka mengesakan Allah dan melepaskan sesembahan selain-Nya. Yaitu agar mereka  merenungkan dan memperhatikan apa yang ada di langit yaitu matahari, bulan, pergantian siang dan malam turunnya hujan dari awan sebagai rizki  bagi manusia. Tanda-tanda di bumi berupa gunung-gunung, retaknya bumi oleh tumbuh-tumbuhan yang dimakan oleh manusia dan juga keelokan seluruh isi bumi. Al-Quran bukan merupakan karya Ilmiah atau ensiklopedia ilmu, tetapi Al-Qur’an disebut sebagai sumber yang memberikan motivasi dan inspirasi untuk melahirkan ilmu pengetahuan dan peradaban dengan berbagai dimensinya.  
Isyarat terhadap kejadian yang penting ini telah di buktikan oleh penemuan ilmiah modern. Para peneliti langit zaman dahulu hanya bisa bertanya-tanya tentang bintang yang mereka lihat. Namun setelah TELESKOP REFLEKTOR ( alat untuk mempelajari bintang dan planet) diciptakan oleh Isaac Newton pada tahun 1669. Maka manusia dapat menikmati, mengamati dan mengetahui tentang  bintang dan planet ciptaan Tuhan di malam hari.