Kebutuhan gizi bayi yang baru
lahir sangat berbeda dengan orang dewasa. Gizi yang ideal untuk memenuhi semua
kebutuhan bayi yang baru lahir adalah ASI.
“Dan ibu-ibu hendaklah menyusui anak-anaknya
selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyusui secara sempurna. Dan kewajiban
ayah menanggung nafkah dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seorang tidak
di bebani lebih dari kesanggupannya. Janganlah seorangibu menderita karena
anaknya dan jangan pula seorang ayah (menderita) karena anaknya. Ahli warispun
(berkewajiban) seperti itu pula. Apabila keduanya ingin menyapihdengan persetujuan
dan permusyawaratan antara keduanya, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan
jika kamu ingin menyusukan anakmu kepada orang lain, maka tidak ada dosa bagimu
memberikan pembayaran dengan cara yang patut. Bertaqwalah kepada Allah dan
ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan (Q.S Al-Baqoroh,
2:233)
ASI terbukti mengandung asam
lemak yang dibutuhkan otak untuk bisa
berkembang. Keajaiban lain ASI adalah bahwa susu ini mengubah susunannya sesuai
kebutuhan bayi pada setiap tahap perkembangannya. Dari studi yang dilakukan di
The University of Kentuky Chandler Medical Center, Amerika Serikat, terbukti IQ
bayi yang diberi ASI jauh lebih tinggi dibanding dengan yang tidak diberi ASI. Pemberian ASI sejak bayi lahir akan menjamin
seorang bayi dapat menjadi anak yang cerdas. Kandungan asam lemak omega-3 dan
omega-6 yang terkandung di dalam ASI sangat berperan dalam menyusun sel-sel
otak bayi. Produsen makanan raksasa makanan bayi telah membelanjakan jutaan
dolar bagi penelitian yang mencoba menentukan campuran ideal bahan-bahan
pertumbuhan sehat sang bayi. Di dalam laboratorium yang dilengkapi teknologi
mutakhir, banyak upaya mereka lakukan untuk menghasilkan makanan bayi buatan
yang mirip dengan susu ibu, namun belum ada yang mampu mengantikannya. (Harun Yahya, Keajaiban Hormon, 2003).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar